Kamis, 29 Desember 2016

pantun penceraian

pucuk pauh selara pauh
sembilu ledung ledungan
adik jauh kekanda jauh
kalau rindu sama dengan menungkan

pucuk pauh selara pauh
pucuk terjuntai di atas titi
adik jauh kekanda jauh
menaruh rindu di dalam hati

patah pasak dalam kemudi
patah diruang bunga kiambang
kalaulah tidak bertemu lagi
bulan yang terang sama dipandang

batang selasih permainan budak
berdaun sehelai dimakan kuda
bercerai kasih bertalak tidak
seribu tahun kembali juga

batang selasih permainan budak
tubuhnya jarang ditepi telaga
bercerai kasih bukan kehendak
paksaan orang dituruti juga

sayang semarang gunung merapi
anak gelama jangan dituba
tidak dilarang adik bersuami
janji yang lama jangan dilupa

ikan sepat dimasak berlada
kuah cencaluk jadi bumbunya
kalau tak dapat di masa muda
akan kutunggu sampai menjada

pantun berkasih-kasihan

jahit setangan pinggirnya dikelim
baik dikelim kembang kepala
rindu dendam kemana nak dikirim
nak dikirim kepada siapa

segak menawan datuk penghulu
mahir berlawan langkahnya  tangkas
kirimkan saja di angin lalu
atau melalui sms pesanan ringkas

hijau daun diranting kayu
mayang ditabuh bulir hamburan
hajat dikirim di angin lalu
sayang dihembus balik haluan

bukan kacang sembarang kacang
kacang melilit kayu jati
bukan datang sembarang datang
datang melihat sejantung hati

apa guna pasang pelita
jika tidak dengan sumbunya
apa guna bermain mata
kalau tidak dengan sungguhnya

ambil gendang di kampung kandis
ditabuh ramai ditingkah biola
makin dipandang semakin manis
dilabuh hati menyala cinta

pantun berkenalan

jalan-jalan ke pantai lovina
sempatkan diri menyatap ikan
cewek cantik yang duduk disana
bolehkah kita berkenalan?

ikan tuna enak rasanya
tak kalah dari ikan celagi
saya minta nomor ponselnya
agar nanti bisa berjumpa lagi

mentari kini sudah terik
semakin lama semakin senja
tongkrongan baru lebih asyik
pacar lama kubuang saja

pulang lewat jembatan ponton
kulihat indah pemandangan sawah
hari ini kuajak nonton
esok hari apal ke rumah

sang pujangga bertanya-tanya
mengapa pelangi indah warnanya
lebih baik berteman saja
masih pagi tuk berucap cinta!

Senin, 26 Desember 2016

pantun jenaka anak muda

lebuhraya  kota bersegi
tempat tamasya dara teruna
hodohnya orang ketawa orang tak ber  gigi
ibarat kota tiada  kubunmenebar

ditiup angin  bunga semalu
kuncup daun  bila berlaga
bercakap melayu kononnya malu
belacan setongkol  dibedal juga

bapa  gergasi  menebar jala
pegang tali pegang tali melintuk-liuk
masakan  pengerusi tak garu kepala
melihat ahli semua mengantuk

anak cina mengalih cacing
mari diisi dalah tempurung
penjual sendiri tak kenal  dacing
alamat  dagangan habis diborong

rumah besar berdinding tidak
beratapkan  daun palas
badan besar beristri tidak

anak beruk memaki tikus
bulu berdiri mukapun garang
awak  gemuk berbini kurus
sayulah hati orang memandang

anak beruk bermain tempurung
kena pukang kepala bening
awak gemuk berkain sarung
disangka  orang betina bunting

anak kokah menjala lalat
disepak kijang tumbang berdebin
aak sulah kepala berkilat
banyak orang datang bercemin

anak kokah gila bermain
dekat gelap barulah pulang
awak sulah kepala licin
lalat hingga jatuh telentang

puisi bidadari

bidadari engkau  jatuh dari surga
bidadari aku ingin menjadi sepertimu
andaikan allah mengabulkannya
bidadari allah yang menciptakanmu
engkau putih engkau indaah
engkau cantik
bidadariparasmu begitu menawan
pesonamu penuh kharisma
hatimu seputih salju
jiwamu sebening  embun  pagi
bidadari senyummu begitu menawan
tutur katamu terdengar merdu
bagai  setetes penyejuk kalbu


puisi teman

teman engkaulah temanku
engkau sahabatku
jika aku terkena musibah kalian  menolongku
jika ada tugas kelompok
kita mengerjakannya bersama-sama
jika engkau ulang  ulang tahun
aku pasti datang
karena engkau sahabat terbaikku
jika engkau kesusahan aku membantumu
jika engkau membantuku
aku balas kebaikanmu
aku senang memiliki teman sapertimu
sewaktu libur aku sedih karena
tidak bisa ber  jumpa  lagi
seaktu sekolah aku sangat senang
aku bisa bermain dengan
teman-temanku  lagi
dan kita salinng membagi makan siang
terima  kasih temanku
aku tidak akan melupakanmu

Sabtu, 24 Desember 2016

jelita si anak durhaka

pada suatu hari ada gadis yang bernama jelita  dia diberi  nama jelita  karena dia si cantik jelita
dan dia anak  piatu tinggal dihutan bersama ayahnya  disitulah meraka membangun tempat tinggal  tetapi jelita dia tidak ingin membantu ayahnya jika  bekerja jika  dirumah dia  itukan pandai memasak seperti ibunya tetapi dia tidak ingin  memasak  dan tepaksa ayahnya dan anaknya  pergi kepasar untuk membeli makanan  dangan hasil kerjanya itu pasarnya itu  ada didekat desa letaknya tidak terlalu jauh sewaktu mereka sampai  mereka membeli makanan  tetapi si jelita  dia ingin membeli sesuatu yang mahal  contohnya gaun ,perhiasan,sepatu jika ayahnya tidak membelikkanya
dia akan sangat marah  ayahnya membelikannya  sesampai dirumah  ayahnya bersiap siap untuk
sholat maghib  anaknya jika disuruh sholat dia tidak mau dan  dia bermalasmalasan  jika sudah larut malam mereka tidur sewaktu  ayahnya bangun  dia sangat terkejut karena dia demam jadi ayahnya pergi  kedesa untuk membeli obat seaktu sampai dirumah ayahnya  mengobatinya lalu dia sambuh dan dia sadar bahwa kita tidak boleh durhaka kepada orang tua  lalu dia membantu ayahnya bekerja lalu mereka  menjadi kaya  dan jelita mendapat  ibu baru mereka bahagia selamanya                                  

gajah kecil berbalai panjang

boni sadang diet.dia tak mau makan.tubuhnya jadi lemah.
teman-temannya  membujuk supaya boni mau makan.
boni tetap menolak."apa yang harus kita lakukan?"
tanya teman-teman boni pada   bona dan rong  rong
aha,rong rong dapat akal! bona,rong rong dan teman-teman boni,
datang kerumah boni.bona membentuk belalainya jadi alat-alat  fitness.
"hei,apa  yang kalian lakukan?" tanya boni heran.bona,rong rong, dan teman-temannya
fitness  dengan belalai bona."kami sedang olahraga. ini cara menguruskan badan
yang sehat!"kata bona.boni kelihatan tertarik, "boleh aku ikutan?"
"tentu! selain olahraga,kau juga harus makan makanan yang cukup dan sehat!"
saran rong rong. "baiklah!"boni menurut

puisi-mutia palang merah remaja

Di bawah rintik hujan
diantara kilat saling bersambungan
langkah  kakimu  menampakkan air keruh
ketika banjir   belanda
namun semua tak kau hiraukan

kau gadaikan nyawamu tuk bantu
orang lain membutuhkan
tampa peduli  imbalan
tampa pedulikan keselamatan

rasa ikhals  terbayang
di raut mukamu  nan masih muda
kau palang merah remaja
kehadiranmu patut kubanggakan